The reason why Indonesian learners find difficulties in Pronouncing English words :
1. The different sound elements between both English and Indonesia.
Examples : English - Indonesia
[θ] [t]
[θaŋk] [tank]
[ð] [d]
[ðeɪ] [dei]
[v] [f]
[vɛri] [fɛri]
2. The similar sounds between both languages but they have different distributions / positions.
Examples : [b], [d], [g], [p], [t], [k]
* peak : [phi:k]
* speak : [spi:k]
* spread : [sprɛd]
* supper : [sʌpə]
* leaf : [li:p]
* cab - cap
[b] [p]
* rag - rack
[g] [k]
3. Another problem is when the learners found consonant clusters : konsonan yang berangkaian
Examples : speak, spring, sky, screeam, queen, twelfths, worlds
[kw] [lfθs] [rldz]
Kamis, 21 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Romance Story
Senja
yang indah membuat Kara termenung dalam kesendirian. Dia menikmati pemandangan
indah yang terlihat di depannya. Dan meminta satu harapan pada senja, “Aku
berharap perasaanku ini tidak salah.” Lalu ketika membuka matanya, dia melihat
seorang lelaki telah duduk disampingnya. Ketika menoleh ke arah kanan, dia
terkejut. Apakah ini mimpi ? Seseorang yang ku doakan telah berada di samping
kanan ku saat ini. Aku tak menyangka, ini seperti sebuah drama, ucapnya dalam
hati. Lelaki disebelahnya hanya tersenyum ketika melihat Kara menoleh ke
arahnya. Lelaki itu bernama Kahfi. Dari senja ini, kisah mereka berakhir.
“Kamu, kenapa ada disini ?” kata Kara. Lalu,
Kahfi menjawab “Aku datang kesini karena tuntutan hatiku. Dan aku beruntung
bisa bertemu denganmu disini.” Kara hanya bisa terdiam sejenak. Aku tak mungkin
bermimpi, ini tidaklah salah. Aku bisa merasakan ini nyata, sangat nyata untuk
membuatku bahagia, ucapnya dalam hati. “Betapa tenangnya ketika melihat
matahari terbenam seindah ini, ra” kata Kahfi. “Iya, pemandangan ini begitu indah.”
Jawab Kara. Lalu, seorang gadis memanggil nama Kahfi dari kejauhan. Seorang
gadis dengan tongkat, berjalan tertatih-tatih dan teriak memanggil Kahfi. “Kahfi,
Kahfi, Kahfi!!!” Dan Kahfi mengenal suara itu, dia menoleh ke arah belakang dan
ketika melihatnya Kahfi langsung berlari ke arah gadis itu. Kara hanya melihat Kahfi
dari kejauhan yang telah meninggalkan dia seorang diri. Kara tetap melihat ke
arah matahari yang baru setengah terbenam.
Kemudian, dia menutup matanya
kembali lalu mengucapkan sebuah permintaan sambil menghela nafas “Tuhan, aku
mencintai dia. Setulus hatiku dan aku rela jika memang pada akhirnya aku
bukanlah jodohnya” Ketika dia membuka mata, dia melihat seorang gadis dengan
tongkat putih berdiri dihadapannya. “Apakah kamu Kara?” ucapnya. Lalu Kara menjawab, “Iya, kamu siapa? Bagaimana kamu bisa mengenalku?”. Gadis itu
menjawab, “Aku Helena.”. Kara masih belum puas dengan jawaban gadis itu, dia
masih bertanya “Siapa kamu ? Aku tak mengenalmu, helena.”. “Bisakah kamu
menuntunku untuk duduk disebelahmu? Aku tak bisa melihat.” ucap gadis itu. Lalu Kara membantunya duduk disebelah kanannya. Dan dia masih bertanya “Siapa kamu
sebenarnya?”. Gadis itu menjawab, “Aku mencintai Kahfi seperti kamu
mencintainya, Kara. Tapi, ketika aku berusaha membuat hatinya untuk
mencintaiku, aku gagal.”. “Aku ? Helena, aku memang mencintainya tapi dia
tidak.” jawab Kara. “Aku kecelakaan sebelum dua hari pertunanganku
dilaksanakan. Dan aku berubah buta seperti ini. Hidupku telah hancur sama seperti
hatiku, Kara.” ucap gadis itu. “Kamu kah gadis yang di jodohkan oleh ayah Kahfi
?” tanya Kara. Dan gadis itu menjawab, “Iya, aku. Sebelum aku buta seperti ini,
Kahfi tak pernah mempedulikan ku. Sekalipun aku mengemis cinta kepadanya.”. Kara bingung dengan penjelasan gadis itu. “Jika bukan kamu yang dia cintainya,
lalu siapa?” tanya Kara. Gadis itu menjawab, “Dia mencintaimu. Pertama kali
aku bertemu dengannya, dia sudah bilang dia mencintai orang lain.”. “Tapi kamu
tak bisa menebak bahwa orang itu adalah aku. Dia tak pernah mengungkapkannya.” jawab Kara dengan nada kasar. “Jujur saja, apa yang membawaku kesini adalah karena
tuntutan hatiku.” kata gadis itu. Kara sudah tak kuat lagi dengan ucapan gadis
itu, lalu dia membentak gadis buta tersebut “Helena! Aku tak mengerti apa yang
kamu katakan. Ku rasa kamu sudah gila. Gila karena perasaanmu yang tak dibalas
? Karena sakit hatikah ? Kamu mantan dia, bukan tunangannya. Aku datang
di pertunangannya, gadis itu tidak buta. Kamu mengarang banyak hal. Aku pergi.”
Lalu tangan Kara dipegang erat oleh gadis itu, dan gadis itu berkata “
Dengarkan aku baik-baik. Perasaanmu tak salah, Kara. Dan pemikiranmu tentang
nya yang suka mempermainkan perasaan wanita lain itu salah besar. Jika kamu
sudah mendapatkan cintanya, kamu akan tahu betapa tulusnya dia.”. Kara dengan
cepat membalas ucapan gadis itu, “Kau sangat pintar mengarang cerita. Kau
bilang kau tak pernah mendapatkan cintanya tapi kamu tahu betapa tulusnya dia ?
Pemikiranku salah atau tidak, itu bukan urusanmu. Kamu lebih baik mengurus
kegelisahan hatimu sendiri.” dan Kara melepaskan tangan gadis itu dari pergelangannya lalu pergi meninggalkan gadis
itu. Belum jauh dia pergi dari bangku itu, dia melihat Kahfi berdiri tidak jauh
dari tempat dia berdiri. Lalu, Kara mencoba untuk minta penjelasan dengan
Kahfi. “Gadis itu, helena. Apakah yang dia katakan benar ?”. “I love you, Kara.”
ucap Kahfi sambil memegang tangan Kara. “Aku tak percaya, kamu telah
bertunangan dengannya. Bagaimana mungkin kamu bisa mencintaiku ? Pemikiran ku
benar, kamu hanya suka mempermainkan hati orang lain.” lalu melepaskan tangan
Kahfi dengan kasar. “Aku bertungangan dengan adik helena, wanita yang kamu
lihat dirumahku adalah adik helena. Sedangkan helena masih berada dirumah
sakit. Aku bertunangan dengan adik helena atas kemauan helena. Karena, adiknya
juga menyukaiku. Kara, aku tak mencintai Helena dan juga adiknya. Aku hanya
mencintaimu. Aku sadar cintaku ini terlambat. Aku terlambat mengungkapkan ini
kepadamu. Maaf, aku membuatmu menunggu terlalu lama, Kara. Hatiku hanya terisi
olehmu, bukan mereka”. Mendengar kata-kata itu dan menatap Kahfi, Kara meneteskan air matanya. “Kau tahu? Aku sendiri takut dengan perasaanku. Aku
juga tak ada keberanian untuk mengungkapkan kepadamu, Kahfi. Aku sangat
mencintaimu. Biarlah rasa ini pudar dengan sendirinya. Ku mohon, jagalah helena.
Dia sangat membutuhkanmu dibandingkan aku. Maaf jika selama ini aku
menganggapmu lelaki yang jahat. Berbahagialah, Kahfi. Hari ini akan menjadi
kenangan terbaikku. Ini kenangan terakhir bersamamu yang begitu indah.”. Lalu
Kahfi memeluk Kara dan berkata, “Aku sangat mencintaimu, Kara. Dan aku tak bisa
berlari dari tanggung jawabku. Mereka memang membutuhkanku. Ini pilihan yang
sulit tapi aku yakin kamu bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik dariku. Jika
perlu, lupakanlah hari ini. Karena jika kamu mengingatnya dimasa depan, hari
ini akan menjadi luka yang tumbuh dalam hatimu. Aku tak ingin menyakitimu lebih
dari ini, Kara. Jika kamu memintaku bahagia, aku juga meminta kamu harus
bahagia.”
Lalu suara tongkat mulai terdengar semakin dekat.... ... ... Gadis
itu menghampiri Kahfi dan Kara. Gadis itu memegang tangan Kara dan berkata “Jangan
lupakan hari ini, Kara. Karena, lelaki yang berada disebelahmu akan menjadi
milikmu.”. Lalu Kara menjawab, “Tidak,
helena. Dia akan bahagia bersama adikmu dan juga akan menjagamu.”. “Aku tak
ingin melihat orang yang ku cinta mengorbankan kebahagiaannya. Aku hanya ingin
dia bahagia.” jawab Helena. “Lalu, bagaimana dengan adikmu helena ?” tanya Kara. “Adikku ? Dia mengidap penyakit dalam yang sudah parah.”. “Apa? Kenapa
kamu tak pernah memberitahuku tentang hal ini ?” tanya Kahfi pada Helena. Lalu helena
berkata, “Aku tak ingin memberitahumu karena aku yakin kamu takkan rela
melepaskan adikku begitu saja. Aku diam karena aku ingin kamu bahagia nanti,
Kahfi.”. “Bagaimana denganmu ? Kamu membutuhkan Kahfi ?” ucap Kara. Lalu Helena
berkata, “Tak penting apa yang aku butuhkan kini. Yang penting adalah kalian
bahagia.”. “Terimakasih, helena. Hatimu seperti malaikat.” ucap Kara. Kemudian Kara meminta Kahfi untuk mengantar Helena pulang kerumahnya. Lalu “Aku akan
menunggumu datang kesini. Pergilah, aku tak apa disini sendiri. Aku akan
menunggumu.” ucap Kara. Lalu Kahfi pergi bersama Helena dan melangkah jauh dari
tempat Kara berdiri.
Tiga jam Kara menunggu Kahfi namun dia tak kunjung datang.
Akhirnya, dia pergi meninggalkan bangku tersebut. Sesampai di kerumunan ramai, Kara melihat seorang gadis yang
menyerupai Helena. Lalu, dia mendekati
gadis tersebut dan benar bahwa gadis itu adalah Helena. Kemudian, Kara memegang
tangan Helena. “Katakan padaku mengapa kamu bisa berada disini? Dimana Kahfi?”.
Helena menjawab, “Aku berpisah dengannya disini. Tak ada yang mau membantuku
untuk membawaku pulang. Aku tak tahu dimana Kahfi. Aku.. aku... tak tahu!”.
Lalu, Kara melihat kerumunan yang berada di seberang dimana mereka berdiri. Kara menuntun Helena ke seberang jalan untuk melihat kerumunan itu. Lalu, dia
melihat seorang laki-laki penuh dengan darah dan sebuah cincin beserta kotaknya
yang tertaruh ditangannya. Ketika membalikkan wajah laki-laki itu, ternyata dia
adalah Kahfi. Kara terkejut dan tak menyangka. Dia berteriak “TIDAK!!!!!!!!!!”.
Helena mendengar teriakan Kara, dia bertanya “Kamu tak apa-apa Kara ?” Kemudian Kara menjawab, “Kau akan bahagia jika kau tahu kita akan berada diposisi adil.”.
“Maksudmu apa, Kara ?” tanya Helena. “Seandainya saja aku tak meminta Kahfi
mengantarmu pulang, dia takkan meninggal seperti ini. Pergilah, pergi!” Kara mendorong Helena hingga terjatuh. Banyak yang berada di lokasi tersebut,
membantu Helena untuk berdiri dan mengantarnya pulang. Setelah itu, Kara berada
di ambulans berharap bahwa Tuhan masih menyelamatkan Kahfi. Namun, ternyata
tidak. Kara terpukul dan menangis. Dan ketika dia membuka kotak cincin, didalamnya terdapat surat yang berisi :
Kara
Aku sangat bahagia hari ini
Aku dapat mengungkapkan perasaanku
Cinta ku yang begitu sulit
Namun selalu ku jaga untukmu
Kara
Cincin ini begitu manis di jarimu
Pakailah dan simpan cincinku
Jagalah seperti aku menjaga cintaku
Ini bukti cintaku padamu
Tunggu aku sampai aku melamarmu
Aisheteru, Kara..
Aku dapat mengungkapkan perasaanku
Cinta ku yang begitu sulit
Namun selalu ku jaga untukmu
Kara
Cincin ini begitu manis di jarimu
Pakailah dan simpan cincinku
Jagalah seperti aku menjaga cintaku
Ini bukti cintaku padamu
Tunggu aku sampai aku melamarmu
Aisheteru, Kara..
Senin, 30 September 2013
Apa yang menarik dari Drama Korea ?
Apa sih yang menarik dari drama korea ? Well, aku akan membahas hal itu. Alasannya karena selama aku berada di kampus, aku belum menemukan seorang teman yang fanatic gila yang sama denganku. Jadi, aku ingin membagi hobby ku menonton drama korea. Aku sangat menyukai drama korea, sejak kapan yah ??? Percaya atau tidak, aku sudah nonton drama korea sejak SD. Aku inget banget drama korea yang pertama ku tonton itu FULL HOUSE, aku naksir loh sama aktornya (Rain Bi) tapi itu dulu waktu jaman SD kalo sekarang aktor tsb udah 30 lebih lah umurnya tapi badannya hmmm masih bisa bikin pangling kepek kepek kepek ooooh apalagi senyuman nya menggelegarrrrr, jeder! Hahahaha. Kita bicara jaman kini, aku lagi jatuh cinta nih sama Oppa Lee Seung Gi. Who knows ?? Hey hey apa kalian Airens jugaa??? Annyeong :) Aku benar-benar iri sama Suzy Miss A yess karena dia beradegan ciuman gitu with Lee Seung Gi I am so envy, you know. But I am just an ordinary girl, I am not pretty like her so I think Oppa Seung Gi lebih baik mencium Suzy daripada aku? Yailaaah-_- Oke oke kita balik lagi ke pembahasan awal, yes kita mulai ya.....
Apa yang menarik dari Drama Korea bagi Remaja (girls) Indonesia saat ini ?
I think....
1. Karena aktor-aktor yang ganteng. Well, that's TRUE FACT! Para gadis dan terutama aku pasti melihat drama itu dari aktornya. Kalo aktornya gak ganteng, aku sih gak minat ya sama drama korea hahahahaha ^^ Untuk para remaja cowok, aku rasa mereka ada yang jarang suka drama apalagi korea. Jujur aja nih ya, aku belum nemu atau berkenalan dengan cowok yang demenan sama drama korea, guys. Hmmm, tapi sih seru juga yah kalo dapet temen cowok yang demen drama korea. Itu pasti gokil bangeeets.
2. Karena kiss scene. Rata-rata nih ya semua drama korea menampilkan kiss scene yang berbau romantis. Well, jujur aja aku suka adegan kiss scene Rain Bi with Shin Min Ah (A love to kill), then Park Yoochun with Han Ji Min (Rooftop Prince) the last is Lee Seung Gi with Suzy Miss A (Gu Family Book). Baru tiga drama itu aja sih yang buat aku bikin yaw yawdong ? Yadong keles -_- hahahaha, mungkin bukan yadong tapi lebih ke rasa cemburu yang begitu membara kkkkkkkkk ^^
3. Alur cerita. Drama Korea itu pintar banget bikin para cewek menangis, meluluh kan hatinya, aseeeek. Ya, hal yang sama denganku. Apa ya drama pertama yang buat aku nangis ? I remember.. East Of Eden, oooh itu buat aku nangis terus dan terus (ada break time nya juga sih, gak nangis 24 jam) Jujur aja, aku suka juga sama Queen Of Ambition, setelah nonton itu aku tahu seberapa pentingnya visi dalam hidup. Yes, AMBITION itu penting banget tapi jangan dengan jalan yang jahat ya. Banyak deh drama korea yang bukan cuma memberikan cerita melow aja tapi juga ada loh drama korea yang bisa memotivasi atau mengubah kalian menjadi lebih baik. Selain Queen Of Ambition, ada juga Jang Ok Jung itu juga bagus loh. Banyak deh drama lain yang bisa mengubah kalian lebih baik lagi.
4. Soundtrack. Ini penting banget guys, buat drama korea. Apalagi kalau lirik lagunya itu lagi pas banget dengan hati kita yang sedang galau. It's magic. Why is it magic ? Karena setelah kalian dengar soundtrack drama apapun itu, kalian makin bertambah GALAU kkkkk sabar yah yang jomblo, aku juga jomblo kok tapi kan aku ada Yoochun di hatiku eeeaaaaaaa. Tapi jujur aja nih, setelah nonton drama apapun itu aku langsung search lagu-lagu yang ada di drama tsb. Karena mulai dari nadanya, liriknya itu so perfect, makes you to be galau more and more ^^
Minggu, 29 September 2013
Imperfect ? Just be yourself
Membenci kekurangan
dalam hidupmu hanya akan membebani langkah mu untuk berjalan. Kini aku
menyesal karena pernah membenci kekurangan dari diriku. Saat itu aku
merasa terpukul, sempat membenci Tuhan ku dan bertanya haruskah aku
hidup seperti ini ? Tapi sekarang aku bisa menerima kekurangan ku. Aku
percaya bahwa apa yang di ciptakan oleh Tuhan tak ada yang sia-sia.
Begitu pula dengan hidupku, aku yakin Tuhan mempercayai aku di bumi ini
pasti ada manfaat bagi orang lain. Saat kamu merasa bahwa kamu kurang
dan kurang maka kamu seterusnya akan mencoba menutupi itu. Dan aku sudah
merasakannya, sangat lelah kawanku. Aku lelah menutupi kekurangan ku.
Dan rasa benci ku semakin bertambah. Akhirnya aku memutuskan untuk
menerimanya. Menerima kekurangan sebagai sahabatku. Dulu, aku memang
sangat sakit hati pada orang-orang yang menilai ku buruk. Tapi, aku
berusaha untuk tidak menaruh dendam dan benci di hatiku. Karena jika ada
satu dendam di hatiku, hatiku akan menjadi jahat. Aku tak bisa
bayangkan betapa buruknya aku jika berubah menjadi jahat. Akan kah orang
jahat bisa berhasil di hidupnya ? Aku pikir tidak. Aku tak ingin
menjadi jahat dan pikiran ku menjadi kejam. Aku takut jika aku berubah
menjadi jahat. Aku takut jika tak ada lagi yang mau berteman denganku.
Aku takut kejahatan dihatiku mengubah seluruh kehidupan ku. Aku takut.
Sekarang, aku biarkan semua itu berlalu. Aku ingin memulai dari titik
terendah. Aku mau bahagia walaupun dengan kekurangan ku. Aku tak ingin
menutupinya lagi karena itu membuatku benar-benar lelah. Yang terpenting
adalah bagaimana caranya kamu menunjukkan kelebihanmu. Menurutku,
kelebihan seseorang bukan hanya dilihat dari fisik atau bahkan wajahnya
yang cantik tapi juga dari bakatmu, caramu membawa dirimu di lingkungan
yang baru. Keluarkan lah keahlian mu, berikanlah yang terbaik untuk
hidupmu. Aku juga begitu, aku akan memberikan yang terbaik untuk
hidupku. Kita pasti bisa memberikan yang terbaik untuk hidup kita.
Berjuanglah yang keras kawanku !! Intinya jangan
menyerah ya :)
Selasa, 29 Januari 2013
IBU
Karya : Yuri Maulydina
Tidak ada yang mampu menggantikan kebahagiaan saat sedang bersama ibu. Namun, berbeda dengan Kandra. Kandra telah retak hubungan dengan ibunya. Selalu dalam pikirannya adalah ibu yang ia miliki saat ini tidak pantas untuk dicintainya lagi. Tidak sama dengan anak- anak lain yang menyalim tangan ibunya. Buat Kandra hal seperti itu sungguh memuakkan.
Tidak ada yang mampu menggantikan kebahagiaan saat sedang bersama ibu. Namun, berbeda dengan Kandra. Kandra telah retak hubungan dengan ibunya. Selalu dalam pikirannya adalah ibu yang ia miliki saat ini tidak pantas untuk dicintainya lagi. Tidak sama dengan anak- anak lain yang menyalim tangan ibunya. Buat Kandra hal seperti itu sungguh memuakkan.
Di Pagi hari
Ibu : “Anakku, ibu sudah menyiapkan bekal untukmu ke
sekolah.”
Kandra : “Tidak perlu, bu. Aku sudah besar, tidak usah
diperlakukan seperti anak kecil.”
Ibu : “Tapi nak, ini makanan kesukaanmu. Kamu pasti akan
menyukainya.”
Kandra : “Aku bilang tidak usah bu.” (jawab Kandra dengan
nada tinggi)
Ibu : “Ya sudah kalau begitu ya nak. Kamu hati-hati ke
sekolah, sukses ya anakku.” (kata Ibu sambil terbatuk-batuk)
Kandra tidak pernah mau peduli dengan ibunya, sekalipun hari
ini ibunya sedang sakit. Kandra tetap pergi ke sekolah dan tidak mau tahu
tentang keadaan ibunya.
#
Kandra memiliki genk di sekolahannya, bernama Triple
Contrast. Yang terdiri dari Wanda, Valin, dan Juana.
Ketika jam istirahat di sekolah, Triple Contrast mulai
menduduki teras depan kelas mereka.
Wanda : “Kau kenapa ndra? Pasti ada masalah ya?” (sambil
memegang bahu Kandra)
Valin : “Ya, ilmu firasatku bilang dia bermasalah lagi sama
ibunya.” jawab Valin
Kandra : “Aku tak ngertilah sama ibuku. Benci kali aku sama
dia, masa ya tadi pagi aku disuruh bawa bekal. Dia pikir aku anak kecil!” ucap
Wanda dengan kesal
Wanda : “Gak salah juga kan bawa bekal ? Itu buat perut kau
juga.”
Valin : “Anak kayak Kandra mana mau sih bawa bekal, wan.”
Kandra : “Dia itu ya tumben siapin aku bekal, biasanya kan
bodo amat sama aku wan.”
Valin : “Tapi gimanapun juga ibu kau itu, jangan sampai kau
jadi anak durhaka. Sudah banyak sejarah tentang anak durhaka.”
Kandra : “Val, kau tak tau permasalahannya. Lebih baik kau
diam!”
Wanda : “Ndra, aku tau kau kesal. Tapi jangan begini juga,
setiap kali kau ada masalah selalu saja seperti ini. Aku tak suka liatnya!”
(pergi dengan kesal)
Karena melihat Wanda pergi, Kandra pun juga ikut pergi
meninggalkan Valin sendiri di teras itu. Lalu Kandra pergi mencari Juana,
karena Kandra tahu yang bisa membantunya cuma Juana. Setelah mencari Juana
ternyata dia diperpustakaan sibuk dengan hp nya.
Kandra : “Ju....” (teriak dari arah pintu perpustakaan)
Juana pun menoleh kearah suara Kandra lalu dia melambaikan
tangan.
Kandra : “Kau ada disini rupanya. Akhirnya aku ketemu kau.
Aku tak tahu lagi harus cerita ke siapa.”
Juana : “Mengenai ibu kau itu ?”
Kandra : “Iya.” (dengan suara yang lemas)
Juana : “Sudahlah, tak usah jadi beban buat kau. Anggap saja
dia sebagai orang yang cuma numpang lewat dihidup kau. Aku tahu kau benci sama
dengan ibu kau, aku juga begitu. Tapi tak mau lagi ku uruskan masalahku dengan
ibuku.”
Kandra : “Tapi kali ini Wanda marah sama aku begitu juga
Valin yang menceramahiku.”
Juana : “Kau karena terlalu emosi. Biarkan saja mereka dulu.
Sudahlah aku mau balik ke kelas dulu, aku ingin tidur. Kau juga ikut ?”
Kandra : “Ya, aku juga harus belajar untuk ulangan nanti.
Bel pulang sekolah pun berbunyi, seperti biasa Kandra selalu
pulang dengan Juana. Tapi hari ini dia bertemu dengan seorang pengemis di jalan
perempatan rumahnya.
Pengemis : “Wahai anak malang. Begitu kasihannya dirimu,
nak. Kau harus cepat merubah kebencianmu kepada ibumu itu. Kau akan menyesal
nak.” (memegang tangan Kandra dari arah yang berlawanan)
Kandra : “Eh, pengemis. Apa maksud mulut
kau itu ?”
Pengemis : (memegang dadanya) “Berani sekali kau bilang itu
kepadaku, nak. Aku bisa melihat apa yang terjadi nanti. Kau tidak boleh benci
dengan ibumu, jangan dengarkan teman mu yang tidak benar itu. Ibumu sungguh
menyayangimu, nak”
Kandra : “Tolong ya, bapak pengemis. Jangan buat skenario
yang aneh. Saya tahu maksud bapak adalah ingin menipu saya. Jangan sok tahu
dengan kehidupan saya.” (pergi dengan angkuhnya –membuang
muka-)
Pengemis : “Kau akan menyesal nanti, haha.” (teriak si
pengemis dari kejauhan)
Kandra pun secepat
mungkin menjauh dari pengemis itu dan sibuk membersihkan tangannya yang
dipegang oleh si pengemis. Lalu dia berlari dengan cepat menuju rumahnya.
#
Sesampai dirumah..
Kandra sangat terkerjut karena kehadiran guru bimbingannya
disekolah. Dia bingung mengapa guru nya itu bisa datang kerumahnya.
Kandra : “Iiiiibuu dina...”
Ibu Dina : “Ya kandra. Saya kesini ingin menyampaikan
sesuatu ke kamu. Kabar ini sudah saya beritahu ke Wanda dan Valin tadi. Dan
sekarang saya harus menyampaikan berita ini ke kamu.”
Kandra : “Tentang apa ya bu?”
Ibu Dina : “Ini mengenai Juana. Dia memakai bahan narkotika,
ndra.”
Kandra : “Ibu bercanda ya ?”
Ibu Dina : “Tidak kandra. Selain menggunakan obat dia juga
mengalami gangguan psikis cukup hebat.”
Kandra : “Apa ?” (dengan wajah terkejut)
Ibu Dina : “Menurut pengakuan Wanda dan Valin, kamu memiliki
masalah yang sama dengan Juana.”
Kandra : “Juana lebih mengerti saya dibanding dengan Wanda
dan Valin.”
Ibu Dina : “Begini saya sudah meneliti sikap-sikap Juana
akhir ini. Dia amat berbeda dari sebelumnya, walaupun sekilas mata dia masih
normal.”
Kandra : “Maksudnya ibu dia sudah gila ?”
Ibu Dina : “Maaf, kandra. Saya sudah tahu ini sejak lama,
tapi saya menyimpannya dari kalian bertiga. Saya harap kamu jangan kaget
seperti Wanda dan Valin.”
Kandra : “Katakan saja, bu.”
Ibu Dina : “Kamu punya masalah dengan ibumu sama dengan
Juana, bukan ?”
Kandra : (mengangguk dan diam)
Ibu Dina : “Ibunya
sudah lama meninggal, kandra. Sekitar dua tahun yang lalu dia meninggal.
Juana bilang dia bermasalah dengan ibunya, karena dia tidak terima kenyataan
bahwa ibunya sudah meninggal. Ditambah lagi dengan dia tinggal bersama ayah
tirinya.”
Kandra : “Tapi kenapa dia harus bohong dengan kami?”
Ibu Dina : “Dia amat menderita, kandra. Ibu yang diakuinya
sebagai ibu yang jahat adalah orang yang sangat dia sayang. Bahkan ayah tirinya
telah melakukan tindakan kekerasan seksual ke Juana. Ibu pun baru tahu hal itu kemarin setelah kerumahnya dan ini harus segera diselesaikan.”
Kandra : (menangis)
Ibu Dina : “Apa masalah kamu dengan ibumu ?”
Kandra : “Dua tahun lebih bu saya menahan derita ini
sendiri. Bahkan Wanda dan Valin hanya tahu saya benci dengan ibu tanpa tahu
alasan saya. Ibu egois, dia tidak mementingkan anaknya. Kenapa dia harus pisah
dari ayah saya ? Kalau seperti ini, dia banting tulang sendiri sedangkan saya
masih butuh biaya untuk kuliah nanti bu. Ibu jarang sekali perhatian ke saya
setelah pisah dari ayah. Dia lebih memilih kerja tanpa bertanya tentang
keseharian saya disekolah.” ( sambil menangis)
Dibalik tirai biru itu ternyata sang Ibu mendengar perkataan
anaknya. Ibu nya menjatuhkan airmata yang sangat banyak. Dengan kondisi yang
lemahnya, dia pun jatuh pingsan. Melihat ibunya pingsan, Kandra langsung
menhampiri ibunya. Lalu diangkat nya ibu ke dalam kamar, menunggu ibunya di
kamar, memegang erat tangan ibunya. Sedangkan Ibu Dina sedang menelpon
ambulance untuk datang kerumah Kandra. Hampir setengah jam akhirnya ambulance
datang kerumah itu. Membawa sang ibu menuju ke rumah sakit. Di dalam ambulance
Kandra masih tetap memegang tangan ibunya.
#
Di rumah sakit..
Keadaan Ibu yang belum diketahui Kandra membuatnya semakin
khawatir. Dia terus menangis melihat sang Ibu berada di ruang ICU dengan
lemahnya. Lalu datang Wanda, Valin beserta ayah Kandra. Saat melihat ayahnya,
dia langsung memeluk ayahnya sambil menangis.
Kandra : “Ayah.. Aku takut, yah. Ini semua karena
kesalahanku. Aku takut!!” (sambil menangis)
Ayah : “Tenanglah, anakku. Kita harus percaya dokter bisa
mengatasinya.”
Kandra : “Andaikan ayah dan ibu tidak pisah aku tak akan
seperti ini.”
Ayah : “Ikutlah kemari, nak. Kamu harus tahu hal ini.”
(menarik Kandra ke bangku penunggu)
Kandra mengelap air matanya, melihat ayahnya dengan serius.
Ayah : “Ibu mu salah paham nak. Ibu mu menyangka ada wanita
lain yang mengganggu keluarga kita. Padahal dia hanya teman, bukan wanita yang
ayah cintai. Ibumu lah satu-satunya yang ayah sayang nak. Tapi ibumu memilih
untuk pisah. Dengan upaya yang banyak ayah beritahu nak ke ibumu, tapi dia
tidak mau mendengarkan.”
Kandra : “Lalu ayah kenapa hanya diam ? Kenapa tidak menarik
kembali aku dan ibu ? Apa ayah sudah menikah lagi ?”
Ayah : “Tidak akan pernah, anakku. Di dunia ini yang ku
cintai hanya kamu dan ibumu.”
Kandra hanya memeluk ayahnya dan tetap menangis.
Valin : “Wan, ilmu firasat ku bilang akan terjadi hal buruk
yang menimpa Kandra.” (bisiknya ke Wanda)
Wanda : “Jaga bicara kau itu, pelankan sedikit. Suasana ini
tidak mengenakkan untuk Kandra.”
Valin merunduk terus dan takut melihat Kandra. Dia takut
Kandra semakin sedih, dia tetap menggigit mulutnya agar dia tak bicara dengan
Kandra. Tak lama dokterpun keluar dari kamar tersebut, dan..
Dokter : “Maaf. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Dia
tidak dapat di selamatkan karena dia sudah mengidap penyakit jantung stadium 4.
Sudah terlambat semuanya, saya permisi dulu.” (sambil menepuk bahu Kandra yang
dari tadi menangis)
Kandra mendengar hal itu langsung berlari ke arah kamar.
Lalu memeluk ibunya dengan erat, mencium kening dan terus menangisinya. Sungguh
tidak disangka semua ini akan terjadi padanya. Hal bertemu dengan si pengemis
membuat dia semakin tambah menyesal. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh
Kandra. Semuanya sudah terlambat. Bahkan ibunya mengalami penyakit parah dia
tidak mengetahuinya. Kandra, itulah namanya. Gadis yang masih duduk di bangku
SMA ini telah menuliskan cerita baru tentang anak durhaka. Dia hanya terus
menangis dan menangis. Kepergian ibunya telah menyadarkan dia bahwa ibu memang
sangat berarti. Tidak akan mungkin ada anak yang membenci ibunya, TIDAK ADA.
Surat Biru yang tertulis oleh Kandra untuk sang ibu
Ibu..
Aku sangat menyesal dengan semua ini
Andaikan aku tidak seperti itu
Mungkin sampai detik ini aku masih bersamamu
Ibu..
Aku akan selalu mengirim doa untukmu
Menuliskan surat untukmu
Agar kita tetap dekat
Ibu..
Aku akan menyusulmu suatu hari
nanti
Dan aku selalu meminta pada Allah
Semoga kita dipersatukan kembali
Menjadi keluarga yang utuh
Menjadi lebih bahagia dari kehidupan
disini
Menjadi sangat nyata untuk merangkul
kebahagiaan
Ibu..
Aku mencintaimu selamanya
Tunggulah aku disana
Dan tetaplah bahagia di sisi Nya
Langganan:
Postingan (Atom)